Kamis, 13 Oktober 2011

macam bentuk obat


M A K A L A H
BENTUK-BENTUK OBAT
Makalah Ini Disusun Untuk Melengkapi
Tugas Mata Kuliah Farmakologi
Description: UNIPDU WArNASemester II (2010-2011)






Dosen Pembimbing ;
Siti Muniroh, Skep.Ners
Oleh :
Kelompok V
1.      AINUR ROFIQOH
2.      AHMAD DANI ARDIANSYAH
3.      ELIS ETIKA RESTU
4.      MASTIKO SINDY

D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ’ULUM
JOMBANG
20010/2011
KATA PENGANTAR

Dengan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Bentuk-Bentuk Obat”.
Penyusun telah berusaha dengan segala kemampuan dan pengetahuan agar penyusunan makalah ini tersaji dengan sebaik-baiknya, baik bentuk maupun isinya. Penyusun menyadari bahwa keinginan tersebut tidak akan terwujud tanpa bantuan dan kerjasama dari semua pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada ;
1.       Dr. H.M. Zulfikar As’ad.MMR, selaku dekan fakultas Ilmu kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang
2.      Abdul Ghofar S.Kep.Ners, selaku KaProdi D-III keperawatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang
3.      Ibu Siti Muniroh, Skep.Ners selaku dosen pengajar MA Farmakologi
4.      Teman-teman D-III Keperawatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang, serta semua pihak yang telah membantu melancarkan makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa penyusunan makalah ini kurang dan belum sempurna, untuk itu penyusun mohon saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah. Selanjutnya semoga penulisan makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan penyusun. Amiin. . .

 Jombang,   Maret  2011

Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... II
DAFTAR ISI ..................................................................................................... III
BAB I :PENDAHULUAN  
               1.1 Latar Belakang................................................................................ 1
               1.2 Rumusan Masalah........................................................................... 1
               1.3 Tujuan............................................................................................. 1
BAB II : PEMBAHASAN
               2.1 Pengertian Obat.............................................................................. 2
               2.2 Bentuk Sediaan Obat...................................................................... 2
BAB III       : ...................................................................................................... PENUTUP
               3.1 Kesimpulan..................................................................................... 12
               3.2 Saran............................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 13






BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Delapan puluh persen dari semua obat di berikan secara oral. Obat oral tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, bubuk, dan cair. Singkatan untuk obat yang di berikan secara oral adalah P.O atau PO (pers os, atau melalui mulut). Obat-obatan oral di absorsi melalui saluran gastrointestinal, terutama pada usus halus. Bentuk molekul obat harus di buat begitu rupa supaya terikat pada situs reseptornya (receptor site). Sebaiknya bentuk obat sesuai dengan bentuk situs reseptornya, seperti halnya anak kunci yang sesuai dengan kuncinya.
Pengobatan oral mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut : klien seringkali dapat memakai obat tanpa bantuan, harga obat biasanya lebih murah di bandingkan dengan obat-obat yang di berikan melalui rute yang lain. Seperti parenteral, dan mudah di simpan. Kerugianya adalah variasi dalam absorpsi karena adanya makanan dalam saluran gastrointestinal dan variasi PH dari sekresi gastrointestinal, iritasi mukosa lambung oleh obat –obatan tertentu(kalium klorida), dan perusakan atau inaktivasi parsial dari obat oleh enzim –enzim hati.

1.2    Rumusan Masalah

1.                       Apa yang dimaksud dengan obat?
2.                       Apa yang dimaksud dengan sediaan obat?
3.                       Apa tujuan dari setiap bentuk sediaan obat?
4.                       Bagaimana cara penggunaan setiap bentuk sedian obat?
5.                       Apa keuntungan dan kerugian dari setiap bentuk sediaan obat?

1.3    Tujuan

1.             Untuk mengetahui bentuk sediaan obat
2.             Untuk mengetahui tujuan dan cara penggunaan masing-masing bentuk sediaan obat
3.             Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian  masing-masing bentuk sediaan obat


BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Obat

Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.

Menurut PerMenKes 917/Menkes/Per/x/1993, obat (jadi) adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi.

Obat merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap untuk digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan, kesehatan dan kontrasepsi (Kebijakan Obat Nasional, Departemen Kesehatan RI, 2005).

2.2    Bentuk Sediaan Obat

Bentuk sediaan adalah bentuk formulasi obat hingga didapat suatu produk yang siap untuk diminum atau dipakai oleh penderita supaya tercapai efek terapi yang diinginkan.








1.    Bentuk cair
v Larutan
Larutan adalah preparat terdiri atas satu atau lebih obat yang di larutkan dalam larutan, biasanya air. Jenis utamanya adalah sebagai berikut.
Sirup: larutan gula “pekat “dalam air yang telah ditambahkan obat,misalnya sirup Tolu.
Elikser:Larutan manis yang mengandung alkohol dan air, obat dan penyedap, misalnya eliksir fenobarbiton.
Tinktura: Ekstak tumbuhan atau substansi kimia beralkohol, misalnya tinktura belladonna, tinktura yodium.
Obat suntik: Larutan dengan obat yang di berikan melalui suntikan biasa atau secara intravena.











Gambar 1
v Suspensi
Suspensi adalah preparat bubuk halus yang disuspensi dalam cairan dan umumnya perlu di kocok dahulu sebelum di pakai. Mereka dapat di gunakan untuk suntikan (misalnya, suspensi, penisilin) atau untuk obat luar (misalnya, losion kalamin).
Syarat:
·         tidak cepat mengendap
·         cepat terdispersi lagi dalam larutan
·         derajat kehalusan
·         kekentalan cairan








Gambar 2
v Emulsi
Emulsi adalah preparat terdiri atas butiran-butiran air dalam minyak dengan agens pengemulsi atau lemak atau butiran minyak dalam air. (misalnya, emulsi parafin). Perlu di kocok dulu sebelum di pakai.

                                   









Gambar 3

Keuntungan sediaan cair :
  • Cocok untuk penderita yang sukar menelan
  • Absorpsi > cepat dibandingkan sediaan oral lain
  • Homogenitas lebih terjamin
  • Dosis/takaran dapat disesuaikan
  • Cocok untuk obat yang mengiritasi mukosa lambung atau dirusak cairan lambung
Kerugiaan sediaan cair :
  • Tidak untuk obat yang tidak stabil dalam air
  • Obat pahit/baunya tidak enak sukar ditutupi
  • Sediaan tidak praktis dibawa
  • Takaran obat tidak dalam dosis terbagi kesediaan dosis tunggal, dan harus menggunakan alat khusus
  • Air merupakan media pertumbuhan bakteri dan merupakan katalisreaksi
  • Pemberian obat menggunakan alat khusus/orang khusus (sediaan parenteral)

2.    Bentuk Padat
v Tablet (Compressi)
Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
*    Tablet Kempa : paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan.
*    Tablet Cetak : dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.
*    Tablet Trikurat : tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan
*    Tablet Hipodermik : dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
*    Tablet Sublingual : dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
*    Tablet Bukal : digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.
*    Tablet Efervescen : tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis “tidak untuk langsung ditelan”.
*    Tablet Kunyah : cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit, atau tidak enak.












Gambar 4
Keuntungan tablet :
o         Penulisan resep dan penyiapan obat lebih cepat
o         Tablet dalam bentuk sediaan padat kompak jadi lebih mudah dibawa dan disimpan
o         Beberapa orang lebih senang menelan tablet dari pada puyer
Kerugian tablet :
  • Dosis obat pada setiap tablet sudah tetap, butuh penghitungan ulang sesuai dengan kebutuhan penderita
  • Rate limiting Step sangat menentukan bioavailabilitas

v Kaplet
 Adalah Sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan berbagai pembawa (bahan tambahan) pembuatanya dengan cara memberikan tekanan (kompresi) massa seperti tablet tetapi bentuknya seperti kapsul.








Gambar 5
v Kapsulae (Kapsul)
Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu:
*    Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
*    Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
*    Lebih enak dipandang
*    Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar
*    Mudah ditelan





Gambar 6
v Pilulae (PIL)
Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung satu atau lebih bahan obat yang terdispersi (tercampur) dalam pembawa  dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.










Gambar 7
Keuntungan pil:
  • Rasa obat dapat tertutupi
  • mudah ditelan
Kerugian pil:
  • Kalau disimpan lama, jadi keras tidak memenuhi syarat waktu hancur
  • Bahan Serbuk nabati dapat ditumbuhi jamur

v Lozenges
adalah Sediaan padat yang mengandung gula sebagai pembawa bahan obat. Obat padat ini akan larut secara berangsur dalam mulut. Mereka berguna bila di perlukan kerja setempat di mulut atau tenggorok. Umumnya untuk pengobatan saluran cerna atau untuk batuk.






Gambar 8
v Serbuk(Puyer)
Adalah campuran homogen (merata) dua atau lebih obat yang dihaluskan atau campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar.








Gambar 9
Keuntungan sediaan padat:
o      Penulisan resep relatif lebih cepat
o      Pelayanan di apotek relatif lebih cepat
Kerugian sediaan padat:
  • Obat harus mengalami disintegrasi dan disolusi sebelum diabsorpsi
  • Onset lebih lama dibanding Solutio
  • Bioavailabilitas obat sering tidak sempurna

3.    Bentuk Setengah Padat
v Unguenta (Salep)
Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.
Bentuk obat ini di pakai untuk permukaan luar badan dan berfungsi melindungi atau sebagai vertikel untuk menyampaikan obat. salep dan krim di pakai untuk lesi kering dan bertahan di kulit lebih lama. Krim umumnya di pakai untuk lesi basah.







Gambar 10

Keuntungan sediaan setengah padat :
  • Dapat diatur daya penetrasi dengan memodifikasi basisnya
  • Kontak sediaan dengan kulit lebih lama
  • Lebih sedikit mengandung air sehingga sulit tumbuh bakteri
  • Lebih mudah digunakan tanpa alat bantu
Kerugian sediaan setengah padat :
  • Terjadi ketengik terutama untuk sediaan-sediaan dengan basis lemak tak jenuh
  • Terbentuk kristal atau keluarnya fase padat dari basisnya
  • Terjadinya perubahan warna

4.    Bentuk Khusus
v Spray
Adalah Bentuk sediaan spray yang digunakan dengan cara disemprotkan atau dihirup umumnya digunakan untuk pengobatan sesak atau asma.
Obat bentuk ini ada di bawah tekanan,berupa larutan atau bubuk yang berbentuk larutan di semprotkan berupa “kabut” dalam mulut serta di hirup ke dalam paru, misal salbutamol (ventolin) dengan alat penyemprot khusus.













Gambar 11
v Supositoria
Suppositoria merupakan sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Suppositoria dapat bertindak sebagai pelindung jaringan setempat, pembawa zat terapetik yang bersifat lokal atau sistemik. Bahan dasar suppositoria umumnya adalah adalah lemak coklat, gelatin tergliserinasi, minyak nabati terhidrogenasi, campuran polietilen glikol berbagai bobot molekul dan ester lemak polietilen glikol. Tujuan pengobatan yaitu:
·       Penggunaan lokal >> memudahkan defekasi serta mengobati gatal, iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
·       Penggunaan sistemik >> aminofilin dan teofilin untuk asma, chlorprozamin untuk anti muntah, chloral hydrat untuk sedatif dan hipnotif, aspirin untuk analgenik antipiretik.
Penggunaan obat dalam suppositoria memiliki keuntungan dibandingkan penggunaan obat melalui oral, yaitu:
1.menghindari terjadinya iritasi pada lambung
2.menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan
3.cepat masuk ke saluran darah dan berakibat memberi efek lebih cepat daripada penggunaan obat melalui oral
4.bagi pasien yang mudah muntah dan tidak sadar








Gambar 12
v Extractum(ekstrak)
Merupakan sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.







Gambar 13
BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan

Dalam penggunaannya, obat mempunyai berbagai macam bentuk. Semua bentuk obat mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Ada zat yang tidak stabil jika berada dalam sediaan tablet sehingga harus dalam bentuk kapsul atau ada pula obat yang dimaksudkan larut dalam usus bukan dalam lambung. Semua diformulasikan khusus demi tercapainya efek terapi yang diinginkan. Ketikapun bagi kita yang berpraktek di apotek, maka perlu diperhatikan benar etiket obat yang dibuat. Misalnya tablet dengan kaplet itu berbeda, atau tablet yang harus dikunyah dulu (seperti obat maag golongan antasida), seharusnyalah etiket obat memuat instruksi yang singkat namun benar dan jelas. Jangan sampai pasien menjadi bingung dengan petunjuk etiket obat. Oleh karena itu penting sekali bagi kita semua untuk mengetahui bentuk sediaan obat.

3.2.  Saran

Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari kata sempurna baik dari penggunaaan kata ejaan atau yang lain, untuk itu kami menerima saran dan kritik dari teman–teman atau semua pihak yang bersifat membangun. Agar kami dapat mengintropeksi, memperbaiki dan menyempurnakan makalah-makalah selanjutnya dengan baik. Maka dari itu kami meminta kepada teman sekalian untuk bersedia memberikan kritik dan saran.











DAFTAR PUSTAKA

Handout: Fajar Rohmadi, S.Farm, Apt.
Katzung, Bertram G. 2001. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Salemba Medika
Kee, Joyce L. & Evelyn R. Hayes. 1994. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. Jakarta: EGC
Tambayong, Jan. 2001. Farmakologi untuk Keperawatan. Jakarta: Widya Medika
www.Google.com